RSS

17 Fact about TIA

“17 Fact about TIA” yang seharusnya udah di bahas dari kapan tau tapi ketunda gara-gara kuota internet gw habis dan mesti menunggu 3 minggu lebih lamanya. Maaf’ken…

  1. Hobby dari kecil seneng banget koleksi barang2 bertajuk “winnie the pooh”. Hingga saat sweet 17th, semua massa yang hadir membanjiri dengan bingkisan bertajuk “ wabah winnie the pooh ” ( handuk, sandal, diary book, figura, boneka, tempat pensil, dkk). Sampai2 kue ulang tahun pada saat itu menampilkan tampak depan “pooh” 2D.
  2. Saat ini lagi tergila-gila dengan variety show korea “Running Man”. Disana terlihat para host dapat membuat tertawa terbirit-birit hingga orang lewat depan rumah pun mendongak ke arah rumah. *mereka pikir di rumah gw ada peliharaan gagak yang suka histeris sendiri #ambigu.
  3. Setiap hari perkuliahan selalu bangun pagi. Namun dikala liburan jangan harap gw bisa melek pagi2 buta. Lo bangunin gw??? Kita “END”
  4.  Berat badan naik setelah kuliah. Kalo ada yang bilang kuliah di dunia kedokteran bisa bikin kurus dan enggak nafsu makan. Semua itu “ngibuL”. Lo liat aja sekarang gw. GUEH… naik 10 kg. Lau pikir????
  5. Paling bego kalo udah di suruh hapalan sesuatu. Aishhh dari SMA kalo di suruh hapalan nama2 kerajaan di Indonesia, gw urutan no. 28 dari 30 parasit yang beredar. #apakabarkedokteran #kokbisasarjana #mikir.
  6. Paling enggak suka orang lelet. Aishhhh orang kayak gitu yahhh kalo kerja, pasti udah di pecat duluan, 3 hari setelah kerja. Insya Allah, gw masih disiplin kok kalo buat kerja sama.
  7. Kopi lover. Kopi adalah minuman andalan (termaksuk nyokap gw). Gw salah satu pens fanatik kopi. Alhamdulillah yaahh kopi sesuatu banget dalam hidup guehhh.
  8. Pemalu. Tapi kalo udah akrab sama orang, beuhhhhh “soimah” kalah braiiii sama kelakuan gw.
  9. Jadi wanita karier tapi kandas di tebas bokap yang menyeret ke lubang tabib alis si baju putih alias lagi dokter. #bungasakurapunberguguran
  10. Paling males dandan. Rempong cynnnnn kayak para cecewek yang hoby habisin duit buat alat make up. Mending tuh buat makan. #lohhhhh #curigation
  11. Paling suka hot choco di 7eleven. (sindrom melipir ke 7eleven setelah pulang kuliah) #sejalan #bela2in-mampir
  12. Punya banyak stock kaos. Itu lemari isinya kaos semua. Gaun??? Kemeja??? Blouse??? #dipertanyakan. Oiyaaa gw jg masih punya stock yg masih bersegel dan dikemas. Mau?? Lau ambil aja sendiri nohhhh #nyodorinkaos
  13. Enggak terlalu suka sinetron yang episode-nya gak jelas. Tiba2 punya anak, tiba2  selingkuh, tiba2 mati. Tiba2 pula sudah episode 203. # dipertanyakan # random #tinggalin.
  14. Account twitter @MarissaTiAaA  padahal @Nharaya.
  15. Punya nomor cantik buat kedua handphone yang lagi di charge di sudut pojok sana. 08588880XXXX // 94000XXX #pusatsensorhape.
  16. Buka Facebook cuman buat main “games” =___=
  17. Penyuka nomor 17. #sebabakibat
 
Leave a comment

Posted by on 16 October 2011 in My Way

 

Tags:

Because I’m Idol

Apa kabar semua? MySpace

Saya kembali lagi! Pikiran saya buntu untuk menuliskan semua perihal kehidupan saya beberapa dekade ini. Terkadang banyak hal yang ingin saya ceritakan, namun apa daya untuk membuka dan menyalakan laptop saja membutuhkan usaha dan niat yang besar ya. Hehehe MySpace

Saat ini mau menulis apa saya juga belum terlintas, saking banyaknya hal yang ingin saya ceritakan. Mulai dari masa perkuliahan sampai kegemaran baru saya di dunia variety show. Haha yang mana dulu yaaaa???? Hmm mungkin di mulai dari keberadaan saya di lingkungan masyarakat saja kali ya. MySpace sebenarnya sudah beberapa bulan kebelakang saya mulai merasa risih. Entah lah apa yang membuat saya seperti itu. Satu hal yang akan saya ceritakan adalah setiap keberadaan saya di tempat umum, saya seperti seseorang yang di sorot. Banyak sekali orang sekitar yang memperhatikan saya. Melihat sedetik atau bermenit-menit, hanya sekadar memperhatikan keberadaan saya di waktu dan tempat tersebut.

“ Terserah kalau kalian bilang saya PEDE 45 atau apapun” namun hal itu beneran terjadi dengan saya lohhhh. Suerrrrr sob …

Awalnya saya risih, bahkan saya merasa “Adakah yang aneh dengan diri saya?”

“Apakah ada yang salah dengan sepatu, pakaian atau jari jemari saya?”

“ Apakah saya terlihat jelek dan gendut bagi mereka?” sebenarnya apa yang mereka pikirkan tentang saya? Entah lah hanya mereka yang tahu. Semakin ke sini hal tersebut membuat saya begah dengan sikap – sikap mereka. Tidak hanya di satu tempat, di waktu dan tempat yang berbeda, asal itu tempat umum, mall, tempat hiburan atau apapun, pasti saya jadi sorotan penglihatan mereka.

Sampai saya berkata dengan teman- teman saya, “ kenapa sih mereka ngeliatin gw terus? Ada yang salah ya ma gw? Kenapa, gw cantik banget yaaaa. Sampai-sampai harus diliatin setiap beberapa meter langkah gw. Atau malah ada setan ya di belakang gw, sampai mereka tak berkedip melihat gw?”

Aoushhhhh, banyak pertanyaan dalam diri gw sampai beberapa tahun ini. Sampai akhirnya beberapa bulan ke belakang, saya sedang menyenangi suatu variety show Korea ( Running Man). Sebuah acara variety yang setiap host dan bintang tamunya di beri mission, dan semua pengisi acaranya adalah artis / comedian/ rapper terkenal di Korea. Disana mereka bersikap terkadang seperti orang terkenal. Namun terlepas dari itu, mereka selalu membawa label artis di setiap lelucon yang mereka bawakan.

Nahhhhh MySpace MySpace disinilah semua pusat pemikiran gw berubah. Semenjak itu, semua pola pikir gw jadi berubah 98%. Mulai saat itu gw jadi terobsesi dengan sikap- sikap mereka dan gw pun memunculkan suatu image bahwa “ I’m Idol”

Kalau orang sering menjadi sorotan di tempat umum, pasti dia seorang yang terkenal. Gw pun menanam hal tersebut dalam diri gw. Kini setiap gw pergi hang out atau apapun ke luar rumah, pasti dandanan dan cara berpakaian gw berubah. Lebih terkondisikan dengan layak seperti artis terkenal MySpace , hingga teman- teman saya pun aneh melihat perubahan dalam diri ya.

Kalau mereka tanya aneh-aneh tentang perubahan saya, dengan lugas saya berkata “ because i’m idol” haha MySpace

 
Leave a comment

Posted by on 20 August 2011 in My Way

 

Venice, Italy. that’s my Hope

Sometimes, di saat gw terdiam dan melihat berbagai dokumentasi dari kerabat dekat dan para sahabat, yang sedang menikmati keindahan di luar dari negeri ini. Sungguh rasa ini iri to the max.

Ingin rasanya dalam hati dan pikiran, gw juga melakukan hal yang sama. Tempat yang indah dan mengagumkan yang pernah gw datangi. Tempat yang mungkin tidak akan pernah gw lupakan semasa hidup gw.

Venice, Italy. Itulah tempat impian gw untuk melepaskan segala gundah dan keletihan pikiran yang selama ini bergelombang di pikiran gw. Sudah lama gw ingin menginjakkan kaki gw ini di tempat terindah dan teromantis itu. Selama ini gw hanya mendengar dan melihat siaran di televisi. Tak ada relokasi dari diri saya untuk dapat menyinggahi kota yang menurut gw indah itu.

Kota seperti apakah Venice, Italy itu???
Seindahkah kota itu seperti yang gw lihat di televisi???
Seromantiskah kota itu seperti yang dikatakan orang banyak???
Akankah ada seseorang di luar sana yang ingin mengajak gw pergi ke kota yang indah itu???

Begitu banyak pertanyaan besar dalam diri gw, yang belum bisa terjawab. Saat ini gw tengah sibuk menata hidup gw yang sedang terombang – ambing tentang masa depan. Hanya kuasa Tuhan yang bisa memberi gw jalan ke arah sana. Entah sendiri atau dengan pendamping hidup gw. kelak akan dapat mewujudkan impian gw itu.

God please, give me a strenght to get it. Amin

 
Leave a comment

Posted by on 2 May 2011 in Venice

 

My Way goes to University

Sekilas mungkin gw mau sedikit share tentang kehidupan gw ke pembaca TiAaA’s Blog, tentang perjalanan hidup gw ke bangku perkuliahan yang sangat penat ini. Mungkin tampaknya, orang awam menganggap kalau perjalanan gw ke bangku perkuliahan dengan menyandang gelar mahasiswa kedokteran itu, sangat menakjubkan dan hebat. Namun di balik itu semua, gw merasakan kesebalikkannya dari anggapan orang-orang tentang jurusan yang gw ambil ini.

Saat duduk di kelas XII, gw memiliki keinginan kalau seandainya gw kuliah nanti, gw bisa mengambil jurusan yang dapat mewujudkan keinginan gw sebagai wanita karier. Entah itu di jurusan ekonomi, informasi tekhnologi ataupun di jurusan lain yang bisa melemparkan gw ke bagian dari kehidupan sosial yang menyenangkan. Impian dan keinginan besar terus menerus menggelombangi pikiran gw saat itu.

Hingga tiba saatnya gw memilih bangku perkuliahan yang akan gw tuju buat masa depan gw pribadi. Saat itu, gw meminta pendapat Mama tentang apa yang harus gw ambil untuk memilih semua falkutas di Universitas yang ada. Mama menyerahkan semua keputusan sama gw, namun dengan sedikit  memberikan mempertimbangkan, apa risiko dan keuntungan dari jurusana yang gw ambil. Berbagai jurusan di tawarkan oleh berbagai Universitas yang datang ke sekolah gw saat itu. Gw pun sempat melirik dan tertarik dengan beberapa pilihan dari beberapa Universitas.

Ada jurusan “design grafis” dari IKJ, “IT” dari Binus,  dan ” Medicine” dari Agent luar negri. Gw pun tertarik untuk masuk IT di Binus Universitas, namun pertanyaan besarnya adalah apakah Papa mengijinkan gw untuk kuliah di sana? dan jawaban pun di temukan. “Tidak”, itu jawaban Papa dengan berbagai alasan. Papa memang tidak terlalu excited dengan semua jurusan yang gw senangi. Karena jurusan yang Papa inginkan buat gw, tidak sesuai dengan kemauan gw. 1 pilihan yang tidak bisa di tolerir sama gw adalah Papa menginginkan gw masuk di jurusan Kedokteran. Dengan alasan, bahwa dahulu sewaktu gw kecil bercita-cita menjadi dokter. Papa selalu menggunakan alasan tersebut untuk tetap bersikekeuh menyekolahkan gw di Kedokteran.

Oke kalau itu memang keputusan Papa, gw pun mendaftar jurusan “medicine” Universitas di Germany melalui agent di Indonesia. Namun lagi-lagi pengekangan itu terjadi. Dengan alasan jauh dan takut tidak bisa di pantau, Papa pun melarang keras gw mengambil jurusan tersebut di luar negri. Lagi-lagi gw pasrah, jalan terakhir gw ingin sekali kuliah di Yogjakarta, berhubung di sana ada rumah Eyang. Setidaknya gw bisa numpang hidup di rumah Eyang. Dan kalian tahu? apa komentar Papa dengan keputusan gw itu? Yapss, lagi-lagi “TIDAK”, dengan alasan takut-takut gw nakal dan menyusahkan Eyang. Padahal Eyang dan Mama dengan tangan terbuka menerima gw untuk bisa kuliah di Yogya.

Jadi sebenarnya apa yang Papa mau dengan masa depan gw? Yang Beliau mau adalah gw kuliah di jurusan Kedokteran dengan Universitas yang dia tuju atau inginkan. Gw pun marah, kesal, dan pasrah dengan apa yang dia mau. Sampai akhirnya gw pun malas untuk mendaftar SPMB / UM. Gw tidak lagi ikut intensif untuk persiapan masuk SPMB Universitas Negri, gw tidak lagi berusaha mendaftar di Universitas lain, karena gw sudah kesal dan pasrah.

Pada saat itu gw bersikekeuh kalau gw tidak mau, masuk Universitas yang Papa tuju dengan alasan Universitas itu memberlakukan memakai jilbab untuk para mahasiswi. Entah kenapa sampai detik ini, gw msih suka gondok dan marah kalau ingat-ingat kejadian itu. Alhasil gw pun mendaftar ke Universitas lain dengan ijin Papa walau jurusan tetap tidak bisa di rubah “Kedokteran”. Papa pun mengijinkan, gw pun mendaftar di Universitas Trisakti dengan 2 pilihan, yaitu dengan pilihan pertama “Kedokteran” dan pilihan kedua ” Akutansi Ekonomi”. Yah.. mungkin emang bukan nasib gw, yang ada gw malah keterima di jurusan akutansi, ekonomi. Alhasil setelah itu gw pasrah, dengan tindakan Papa yang memasukkan gw ke Universitas yang saat ini gw masuki, dalami, renungi, pelajari dan sebagai hal.

Mulai dari pendaftaran, pengembalian formulir, registrasi, pembayaran, dan meninjau Universitas semua itu yang melakukan adalah Papa sendiri dengan ditemani Mama. Sedangkan gw, hanya engkang-engkang kaki melihat pengorbanan Papa sebegitu antusiasnya. Tiba saatnya test ujian masuk, tak ada persiapan apalagi belajar dengan harapan gw gagal masuk di Universitas tersebut. And see, gw pun asal-asalan mengisi jawaban dari setiap pertanyaan yang ada. Kalian tahu? bahwa pada saat ujian tersebut gw sangat malas untuk datang hingga yang mengantar gw kesana adalah keluarga gw semua ikut, mulai dari Papa, Mama, dan Adik gw sendiri mengantar gw ujian. Fiuhh..

MySpace

Kenapa jadi mereka sih yang antusias dengan jurusan dan universitas ini? Yang akan menjalani kan gw, bukan mereka. tambah kesal sekali gw dengan keadaan ini, satu-satunya harapan adalah gw di gagal dalam ujian tersebut dan berusaha untuk kuliah di tempat lain. Sampai akhirnya tiba, pengumuman pun di umumkan lewat internet. Alhasil, dengan takjub gw melihat hasil test tersebut. Betapa terkejutnya dengan mata kepala gw sendiri, gw melihat hasil test tersebut menyatakan kalau gw LULUS test tersebut dan di terima di Universitas tersebut. MySpace What? sontak gw kaget melihat kenyataan yang ada. Apa-apaan ini? padahal dengan jelas gw mengisi jawaban ujian dengan asal-asalan. Apa iya pada saat ujian itu, gw dengan tololnya menjawab dengan keadaan pingsan/ mabuk/ jackpot/apapun hingga gw merasa semua jawaban yang telah gw isi asal-asalan.

Mati gw, apa iya gw harus laporan ke Papa dengan muka bahagia kalau ” Halooo Papa, Tia anakmu yang penurut dan cerdas ini sangat bahagia karena di terima di Universitas yang Papa inginkan. Apakah Papa merasa bersalah dengan keputusan Papa?” MySpace tentu TIDAK akan pernah saya lakukan.

Alhasil tanpa tau harus berbuat apa, dan pasrah dengan ancaman Papa yang menyatakan kalau gw enggak mau kuliah dengan jurusan dan Universitas yang Papa mau, gw akan dinyatakan tidak akan di biayai kuliah sama Papa. OK, ancaman itu berhasil sampai detik ini. Gw pun sampai detik ini masih bertahan selama 3 setengah tahun duduk, bersandar, menerima ilmu dan hal sebagainya di Universitas yang Papa mau.

Apakah ada diantara kalian yang ingin bertanya tentang, ” Bagaimana perasaan mu setelah menjalani 3 setengah tahun di Universitas tersebut?”

jawaban gw adalah ” Biasa saja dan gw sudah terbiasa dengan kehidupan di Universitas ini, khususnya saat ini gw sudah mulai bisa dan percaya diri memakai jilbab kemana-mana. Meski pemakaian jilbab ini hanya di tempat-tempat tertentu”

Adakah pertanyaan lain, seperti ” Apakah kamu bisa menyeimbangi dan mengejar pelajaran yang ada, karena belajar kedokteran itu susah dan lama?”

jawaban mungkin akan terlontar dari mulut gw, seperti ini ” bisa gak bisa. kalau misal harus ada yang turun, ya sudah Papa dan Mama harus terima. Karena otak saya bukan otak cerdas yang setiap hari mengasumsi multivitamin kecerdasan otak. Dan yang pasti saya merasa beban, kuliah kedokteran ini, selain biayaya mahal, buku juga mahal, Kuliah pun lama”.

MySpace

 
Leave a comment

Posted by on 5 March 2011 in My Way

 

But just You, my God

Dear God,

Saya mau bertanya tentang makna hidup yang naik turun, God. Apakah benar hidup itu seperti roda yang berputar dimana ada masa si-roda berada di atas dan ada masa si-roda berada di bawah, seperti apa yang banyak orang katakan?

Beberapa saat lalu saya melihat televisi acara talk show dan seorang artis mengatakan bahwa, “memang garis hidup seseorang seperti roda (terkadang ada di bawah namun terkadang di atas) tapi pada intinya roda itu kan mempunyai satu inti di tengah. Itulah yang menjadi titik acuan kita di satu titik tujuan kehidupan”

Hmmm… saya pun terdiam. Apa yang dikatakannya itu ada benarnya juga. Dari segala masalah dan kebahagian pasti memiliki satu tujuan hidup, agar kita mendapat pengalaman dan akhir hidup yang lebih baik. Tanpa masalah hidup akan serasa datar tanpa gelombang. Jikalaupun hidup selalu merasa susah, hidup akan terasa sia-sia. Tak ada pihak lain yang menyentil hidup kita hingga kita sendiri tidak tahu kapan hidup ini akan ada selingan-selingan baru yang datang. Dan kita pun di buru pertanyaan beribu dalam otak.

God, saya tahu hidup saya tidak sesempurna orang-orang kebanyakan. Banyak kelemahan dalam hidup saya yang perlu saya gali lebih dalam. Namun saya lebih banyak bersyukur, atas apa yang Engkau kirimkan segala macam liku hidup kepada saya. Saya lebih banyak belajar dari kesalahan saya, saya banyak belajar membenahi hidup saya, saya lebih banyak melirik kehidupan orang yang masih di bawah saya. Walau kadang saya sering lupa jika saya berada di atas angin.

God, akankah kelemahan saya ini akan di pandang positif oleh orang lain, yang lebih baik hidupnya? Akankah orang lain masih mau membantu saya keluar dari kelemahan saya? Saya belum mendapat orang yang tepat, sampai saat ini untuk selalu membantu saya keluar dari segala kelemahan saya. Saya, tetap bersyukur. Karena banyak sekali orang yang hilir mudik masuk kedalam hidup saya yang memberikan banyak pembelajaran hidup, meski hanya numpang lewat.

But just You, my God. You always beside me when I was bad life or good life. Semoga Engkau yang selalu menuntun saya keluar dari segi masalah dan menuntun saya dalam kebahagiaan. Meski banyak kesalahan yang saya perbuat dan saya hiraukan. Namun titik tujuan hidup saya adalah Engkau dan Ibu saya. J

 
Leave a comment

Posted by on 5 February 2011 in GOD

 

Rest in Piece Mr and Mrs Darsono

Dahulu masa-masa kecil gw terlampau sulit bagi anak seumuran gw saat itu. MySpace Saat itu gw adalah anak tunggal yang sering di tinggal kedua orangtua kerja dengan kepadatan aktifitas mereka. Tak ada pemberian kasih sayang dan perhatian saat itu. Gw pun sering menjadi seperti seorang bayi yang diasuh oleh baby sitter. Namun baby sitter

selalu berganti-ganti karena mereka tidak betah mengasuh gw yang kenakalannya tingkat tinggi.

Apakah ada rasa kesepian tingkat tinggi pada saat itu? Tampaknya sering terlintas dalam pikiran gw.

Akhirnya orangtua gw menitipkan gw kepada sebuah keluarga, dimana mereka adalah tetangga gw sendiri yaitu kelurga Darsono. Bapak dan Ibu Darsono memiliki tiga anak, dua anak laki-laki MySpace MySpace dan satu anak perempuan Monkey . Anak pertama bernama Aris, anak kedua bernama Jati dan anak terakhir mereka bernama Bernard. Saat itu umur mereka sudah pada dewasa, sehingga kehadiran gw pada saat itu bermakna kedatangan adik baru di keluarga mereka.

Awalnya gw risih dengan lingkungan baru gw saat itu, namun setelah beberapa lama keadaan membaik dan menjadi hari-hari yang bermakna setiap detiknya.  Canda tawa, pertengkaran, pembelajaran, dan lika-liku hidup baru ditemukan di keluarga mereka. Ada rasa nyaman di hidup gw saat itu, serasa memiliki keluarga baru yang menyayangi dan memperhatikan gw.

Hingga beberapa bulan dan tahun pun orangtua gw tetap sibuk dengan pekerjaan mereka, tak ada perhatian lebih dari mereka. Ketika mereka pulang kerja, di saat itu pula gw sudah tertidur pulas di rumah keluarga Darsono. Terkadang gw di biarkan menginap di rumah keluarga Darsono, namun terkadang pula orangtua gw membawa gw pulang kerumah.

Dirumah pun gw sudah terbiasa dengan memiliki kamar sendiri dan tidur sendiri dimulai saat gw duduk di TK nol besar. Jadi semua serba mandiri dan sering tak luput dari kenakalan anak kecil yang butuh kasih sayang dari kedua orangtunya.

Setiap pagi, gw sekolah diantar oleh Mama atau Papa sebelum mereka berangkat kerja. Untuk pulang sekolah gw selalu pulang sendiri, berjalan kaki menuju rumah yang masih satu komplek dengan sekolah gw dulu. Sesampainya di rumah, pembantu sudah menyiapkan makan siang, namun entah mengapa gw selalu memilih kabur lewat pintu belakang menuju rumah keluarga Darsono. Gw biasa memanggil Bapak dan Ibu Darsono dengan sebutan Pakde dan Bude.

Sesampainya di rumah, gw langsung ganti pakaian dan kabur lewat pintu belakang menuju rumah Bude Darsono. Alhasil gw sering sekali makan siang dengan Bude Darsono, dan makanan andalan gw yang di hapal oleh Bude Darsono adalah Ayam bumbu kecap bagian paha ayam. Bude Darsono pun selalu menyisakan paha ayam buat gw makan siang. Pada waktu itu, mas Aris dan mba Jati sudah kerja, makanya setiap siang mereka tidak pernah ada di rumah. Sedangkan mas Bernard pada saat itu belum mendapat kerja, hingga gw pun sering sekali bermain dengan dia.

Percaya tidak percaya, semua mainan dan beberapa setelan baju banyak yang berpindah ke rumah keluarga Darsono. Semua tampak sudah dipersiapkan buat gw saat itu. Hingga terkadang gw bermain di rumah mereka sampai larut malam, sambil menungggu Pakde Darsono pulang kerja. Ternyata gw lebih senang menanti kedatangan Pakde Darsono dari kantor dibandingkan menantikan kedatangan kedua orangtua gw sendiri untuk menjemput gw pulang.

Sepulang dari sekolah dulu, biasanya gw makan siang di rumah Bude Darsono dan dibiarkan main dengan anak-anak komplek 1 blok di perumahan gw dulu. Beberapa teman kecil yang sering mengisi hari-hari gw saat itu ada Dimas (seumuran), Yudha ( 1 tahun diatas gw), Puspa ( 1 tahun dibawah gw), Evi (beberapa tahun diatas gw), Aris (seumuran), dkk. Mereka sering mengisi hari-hari gw untuk bermain, dan setelah gw puas bermain dengan mereka gw langsung pulang, pulang ke rumah Bude Darsono.

Hari-hari gw di bagian dari keluarga Darsono, sering memiliki makna yang berarti sampai detik ini. Dan sering membuat gw menangis merindukan mereka. Gw sayang dengan keluarga Darsono, gw sayang mereka yang telah mau menyayangi gw di saat kedua orangtua gw melupakan gw untuk beberapa saat.

Gw sebagai anak tunggal, sangat merasakan kesepian pada saat itu. Disaat gw membutuhkan kedua orangtua gw, mereka tidak ada. Dan ketika gw melakukan sebuah kesalahan, mereka hanya marah dan mencaci gw. Kehidupan sesungguhnya terasa lebih berat justru dengan kedua orangtua gw.

Dulu dan bahkan sampai detik ini, gw adalah anak yang tomboy. Bahkan semua mainan berbau mobil-mobilan remote control dan robot-robotan. Pernah Papa memberikan sebuah boneka, alhasil boneka itu malah gw bakar dengan mainan kembang api. Suatu saat gw pernah minta dibelikan sebuah mainan pistol-pistolan yang memakai peluru bulat kecil di zaman itu. Namun Papa tidak mau membelikan, gw pun menangis karena pada zaman itu semua teman laki-laki gw sudah punya mainan tersebut. Tanpa pikir panjang gw langsung ke rumah Pakde Darsono sambil menangis dan bercerita ingin sekali memiliki mainan tersebut. Dan pada detik itu pula Pakde Darsono memboncengkan gw naik sepeda motor membeli mainan pistol-pistolan tersebut ke tukang mainan. Senangnya bukan main bisa memiliki pistol-pistolan tersebut. Gw pun lantas bermain dengan teman atau bahkan dengan mas Aris/ mas Bernard.

Hidup gw penuh di isi dengan hari-hari bersama keluarga Darsono. Hingga akhirnya Papa membeli rumah baru, namun masih satu komplek. Kami pindah ke blok lain yang rumahnya sedikit lebih besar dari rumah yang lama. Awalnya gw berpikir ini bukan akhir dari kehidupan gw dengan keluarga Darsono. Tapi gw salah, ternyata keluarga Darsono juga pindah rumah. Bahkan benar-benar pindah keluar dari komplek tersebut, mereka pindah ke Tangerang. Gw pun sedih melihat kenyataan tersebut, dan di waktu yang sama Mama hamil dan gw pun akan memiliki adik baru. Setelah sekian lama selama 9 tahun gw hidup sendiri menjadi anak tunggal, akhirnya gw akan segera memiliki adik. Tepat pada saat Mama mengandung adik gw itu, Mama keluar dari pekerjaannya dan memutuskan menjadi Ibu rumah tangga. Awalnya gw senang dengan keputusan Mama, tapi tampaknya tidak untuk setelahnya. Karena yang ada Mama malah memberikan sebagian perhatiannya untuk adik baru gw itu. Tidak untuk gw yang telah lama dilupakan untuk diberikan sedikit pernyataan kasih sayang.

Gw tetap merasa sendiri dan terkadang merindukan kehadiran keluarga Darsono di tengah-tengah kesepian. Tapi mustahil bagi gw untuk bertemu dengan Bude Darsono dan semuanya. Karena jarak tempuh yang terlalu jauh untuk bisa di jangkau oleh anak berumuran 12 tahun. Iya sekitar umur 12 tahun semua berubah, tak ada lagi kehadiran keluarga Bude Darsono dan lainnya. Tak ada lagi mas Bernard buat bermain kembang api. Tak ada lagi mba’ Jati yang mengajari gw belajar. Tak ada lagi mas Aris dan mas Bernard yang sering bermain gitar mengiringi gw menyanyi lagu “balonku “. Tak ada lagi Pakde Darsono yang selalu bertanya tentang sekolah gw.

Sampai beberapa tahun setelah gw beranjak dewasa, gw mendengar bude Darsono sakit dan di rawat di RS. Gatot Soebroto. Gw yang sudah lama tidak bertemu dengan beliau, tampak canggung menjenguk bude dan melihat  kehadiran semuanya. Dan tampaknya gw terlalu bodoh dan menyesal, karena waktu itu tidak di manfaatkan dengan baik untuk berlama-lama di dekat bude Darsono. Beberapa hari setelah gw menjenguk bude Darsono di rumah sakit, gw mendengar kalau bude akhirnya tiada dan meninggalkan kami semua disini. Gw syok, tapi tidak tahu berbuat apa. Dan sampai detik ini gw belum sempat ke makam nya bude Darsono, alhasil gw sering merindukannya. Sangat sering….

Beberapa tahun kemudian, kembali Pakde Darsono yang meninggalkan kami disini. Pakde meninggal di kantornya karena serangan jantung. Gw dan Mama kaget mendengarnya, tapi lagi-lagi gw belum sempat ke makamnya. Makam mereka terlampau jauh untuk bisa berlama-lama disana. Kedua makam beliau ada di Tangerang.

Sampai detik ini, di saat gw merasa sedih dan kesepian selalu mengingat Bude dan Pakde Darsono. Gw sayang mereka, bahkan melebihi rasa sayang gw ke orangtua gw sendiri. Percaya tidak percaya tapi itulah kenyataan. Sudah beberapa kali gw memimpikan Bude Darsono, tampaknya Bude juga merindukan gw disana. Di sisi-Nya InsyaAllah Bude dan Pakde merasa damai. Amin

I hope u rest in piece Mr. and Mrs. Darsono. I always miss you until now.

MySpace

 
Leave a comment

Posted by on 28 November 2010 in Mr and Mrs Darsono

 

You’re change my mind

Saat ini umur gw sudah 21 tahun, banyak perubahan yang di dapat selama ini. Dari sebuah permasalahan, hinggan pertemuan dengan berbagai orang yang sedikit demi sedikit merubah pola pikir gw yang salah selama ini. Banyak kesalahan dan juga terpaan yang melanda hidup gw belakangan tahun ini, membuat gw semakin berpikir kooperatif dalam setiap tindakan yang akan gw ambil untuk satu step kedepan.

Disini gw tidak akan menceritakan segelintir masalah hidup gw yang dapat merubah pola pikir gw, biarkan segelintir masalah ini menjadi rahasia pribadi. Masih banyak hal yang dapat gw ceritakan, yang mungkin menjadi awal kisah perubahan sikap dan beberapa pemikiran.

Seperti halnya pertemuan gw dengan seseorang pria, yang sangat merubah pola hidup gw selama ini yang sungguh kekanak-kanakan. Hidup yang terus mencari kesenangan pribadi demi melupakan masalah hidup. Atau bisa kalian katakan itu sebagai pelarian dari masalah.

Satu dua tahun yang lalu hidup gw banyak sekali masalah. Gw merasa tidak akan ada yang dapat membantu gw keluar dari permasalahan ini. Berat rasanya gw menanggung permasalahan ini sendiri. Hari demi hari gw terus berjuang keluar dari permsalahan. Banyak hal yang terkadang salah gw lakukan untuk dapat sedikit melupakan permasalahan itu. Kesalahan demi kesalahan terus gw lakukan, sikap acuh pun terus gw tingkatkan ke keluarga gw. Tanpa ada sedikit rasa untuk berbelas kasihan oleh orang sekitar yang juga ikut merasakan permasalahan tersebut.

Gw acuh, gw tersiksa, gw terbebani dan terus mencari kehidupan duniawi untuk bersenang-senang dengan teman-teman gw. Setiap malam minggunya gw selalu pergi dengan teman-teman gw ke tempat hiburan di kawasan Jakarta Selatan, dimana tempat tersebut terkenal sebagai pusat hiburan maupun tempat tongkrongan anak kawula muda Jakarta. Di sana gw merasa senang dan semua beban pun pergi untuk sesaat. Keceriaan teman-teman gw membuat gw lupa sesaat dengan segala macam permasalahan selama ini. Pulang pun selalu larut malam, sebisa mungkin jangan sampai gw pulang ke rumah. Karena hal itu bisa membuat gw kembali mengingat dengan beban masalah gw.

Kita selalu berpindah-pindah mencari lokasi yang nyaman bagi kita melakukan pergerakan. Hinggap ke satu tempat ke tempat lain, hingga kami merasa puas akan hal tersebut. menghambur-hamburkan uang tanpa pikir panjang membuat kami bahagia saat itu. Hingga terkadang tak merasa uang di dompet telah habis terkuras demi kesenangan sesaat. Bahkan pernah saat itu stress sedang melanda gw dengan hebatnya membuat gw menghabiskan satu bungkus rokok tanpa ada yang boleh meminta satu batang pun. Entah mengapa setiap stress melanda gw, selalu saja otak saraf memerintahkan tangan dan pikiran untuk membeli satu bungkus rokok untuk di hisap hingga beban gw tersingkirkan. Namun jika kebahagian itu datang, jangan harap gw mau menyentuh satu batang rokok pun untuk di hisap. Aneh tapi itu yang terjadi. J

Setiap malam minggu itulah yang terjadi, dan setiap harinya gw malah memilih untuk menginap di kostan temen gw demi menghindar dari sepinya keadaan rumah yang membuat gw semakin stress. Hal tersebut terus terjadi tanpa memikirkan perasaan nyokap yang selalu saja weleh-weleh melihat sikap kekonyolan gw beberapa bulan belakangan.

Hingga gw berkenalan dengan seseorang pria yang tanpa gw duga sebelumya. Tahap perkenalan itu awalnya di perkenalkan oleh sahabat gw, sahabat gw memperkenalkan saudara sepupunya itu sama gw. Pertamanya gw menganggap itu hanya main-main untuk memperbanyak teman. Pertama-tamanya pula gw menganggap dia hanya selingan saja. Perbincangan pun terus terjalin dengan sendirinya. Hubungan dengan telepon pun tak pernah putus setiap malamnya, hingga saat valentine tahun 2009 komunikasi pun terputus lantaran ia mengaku kalau handphone-nya rusak. Tak beberapa lama, bulan berikutnya ia kembali menghubungi gw dan meminta maaf kalau handphone-nya rusak dan sedang di perbaiki. Dan intensitas komunikasi pun berlanjut.

Anggap saja nama pria itu Mr.A atau gw biasa panggil dia dengan sebutan ikan sotong. J kalian tahu kenapa gw bisa menyebut dia ikan sotong? Habis dia sendiri memanggil gw cumi, yaudah gw panggil aja dia ikan sotong. Pertemuan pun akhirnya terjadi, dan setelahnya hubungan kami semakin dekat. Tapi bukan ini inti permasalahannya.

Disini gw bukan ingin menceritakan tentang hubungan gw dan dia, namun pelajaran hidup lah yang akan gw bagikan dalam cerita ini. Umur dia saat itu sudah 28 tahun, mungkin bagi sebagian orang, umur segitu bukanlah lagi umur buat main-main. Atau bahkan ada yang mengatakan, pasti wajahnya sudah memancarkan aura ketua-an. Hahahha… hei kalian salah. Saat pertama kali bertemu, gw pun juga kaget, ternyata umur dan fisikly dia sangat lah berbeda. Mukanya sangat baby face sekali. Tak ada unsur-unsur wajah usia dewasa, itu sihh menurut gw yang juga di dukungan oleh pendapat sahabat gw.

Umur kami saat itu berbeda 8 tahun. Banyak perbincangan antara kami, disaat beberapa bulan kami menjalin hubungan dan komunikasi. Banyak pembelajaran hidup yang gw dapat saat itu. Di mana di detik-detik kehancuran hidup gw, ada seseorang yang merubah pola pikir gw. Dia banyak memberikan gambaran-gambaran hidup sama gw, termaksud gaya hidup yang juga berbeda.

Dimana saat itu hidup gw lagi hancur dan suka berhura-hura datang seseorang yang mengatakan “ Yahh.. itu mah masa-masa aku yang sudah lewat. Saat ini mah bukan jamannya lagi aku ke tempat seperti itu. saat ini hidup aku sudah tidak berpikir ke hal-hal seperti itu. Kalau mau jalan ke tempat lain aja ya”.

Deg… detik itu pula gw berpikir, Hello… itu berarti hidup lo selama ini sia-sia aja bro. Orang terdekat lo berbicara seperti itu, di saat kalian mau bertemu dan ternyata ajakan seorang Tia untuk pergi ke café di daerah Kemang, Jakarta Selatan di tolak mentah-mentah sama ikan sotong.

Ikan sotong berkata kalau pergi ke daerah Kemang itu bukan lagi jaman bagi dia. Dimana tempat anak-anak muda berkumpul dan menghabiskan uang untuk pergi ke club maupun ke café-café di sekitaran daerah tersebut. tempat yang bagi sebagian orang tua berpikir itu adalah kawasan anak-anak muda berkumpul dan menghabiskan uang sekedar untuk bersenang-senang.

Tapi entah mengapa gw senang sekali ke tempat itu, toh walau gw bukan pergi ke club-nya hanya ke café-cafenya saja, namun bagi ikan sotong itu tetap saja hal yang sia-sia. Dan bagi dia pergi setiap malam minggunya pun bagi dia sungguh anak-anak sekali yang masih memikirkan hura-hura. Dia pernah berkata yang masih gw ingat sampai sekarang “ Haduhh. Gejolak kawula muda kamu masih tingggi banget ya? Tiap gw telepon pasti lagi nongkrong sama temen-temen, enggak betah banget sihh di rumah. Kelakuan kayak kamu itu mah dah lewat di aku. “ tik tok.. tik..tok… tersentak aku kaget mendengar perkataanya. Bukannya marah yang aku keluarkan tapi perasaan malu di benak aku detik itu juga.

Hingga gw sendiri terkadang masih suka malu jika mengingat perkataan dia. Meski kami sudah lagi tidak berhubungan, perkataan itu masih terngiang-ngiang di benak gw. Hubungan saat itu terus di guyur oleh pembelajaran hidup yang luar biasa bergunanya bagi gw. Kini hidup gw pun terus beranjak mengalami rotasi kehidupan yang banyak manfaat dan gw terapkan dalam hidup gw sekarang. Meski kini kami tak ada lagi komunikasi, namun pembelajaran itu telah gw terapkan sedikit demi sedikit.

Sedikit-demi sedikit hal-hal yang tak berguna mulai gw tinggalkan, termaksuk menghambur-hamburkan uang setiap minggunya. Gw berusaha untuk belajar lebih baik, merubah segala kesalahan pola hidup saat ini. Dan menerapkan yang terbaik dari segala aspek pembelajaran.

Itu sekilas cerita hidup gw yang sungguh bermakna. Kini bukan waktunya bagi gw untuk main-main lagi. Umur gw semakin hari, semakin bulan, dan semakin tahun bertambah. Sebisa mungkin gw menata hidup gw untuk lebih baik, dan berkonsentrasi pada kuliah gw yang berantakan. Meski kini tanpa ada hadirnya dia untuk gw memperbaiki hidup, gw masih bisa membenahinya sendiri dan belajar dari kesalahan-kesalahan setiap harinya. Berusaha memperhatikan nasib dan perilaku manusia setiap harinya, dan belajar untuk memperbaiki segala kesalahan hinggan mencapai kebahagian kelak. Gw pun berusaha untuk menerapkan segala aspek yang positif dalam sikap dan perilaku hari –hari gw.

 
Leave a comment

Posted by on 16 October 2010 in Change Mind

 

Lagu Cengeng di Pesta Pernikahan

Sedikit cerita dari gw tentang pengalaman gw  setiap menghadiri pernikahan orang pasti berakhir dengan kesedihan dan buruknya perasaan.

Tau gak kenapa?

Hal itu karena setiap pernikahan yang gw hadiri pasti menampilkan nyanyian-nyanyian pernikahan yang membuat hati luluh dan menyayat bagi yang hadir namun tanpa pasangan. Seperti contohnya gw ini, selalu menghadiri pernikahan orang tanpa pasangan atau bahkan baru saja putus cinta yang teramat dalam. Dan hasilnya pun gw pulang dengan tangisan dalam hati.

Tangisan karena melihat kebahagiaan seseorang di pelaminan di iringi oleh lagu yang menyentuh hati. Di setiap langkah keramaian pesta pernikahan itu, gw melihat tawa bahagia selain dari sepasang pengantin. Berbahagia lah bagi mereka yang membawa pasangan, karena dapat memperkenalkan ke orang-orang kalau mereka mungkin telah siap kelak menyusul si pengantin pada saat itu. Gw pun terus melangkah di temani makanan dan minum yang senantiasa mengikuti arah kaki gw menyusuri setiap tempat di lokasi pesta tersebut.

Namun kini pikiran gw telah berubah, entah benak apa yang merubah pola pikir gw. mungkin karena sudah berkali-kalinya hal tersebut terjadi sehingga membuat pikiran dan hati gw kebal akan hal tersebut. Se- masa bodo dengan orang sekitar di saat kaki ini sedang melangkah di keramaian.

Kini kalian tahu apa perubahan pikiran dan otak gw setiap gw menghadiri pernikahan orang?

Prinsip gw sekarang adalah, “ Hei… tujuan kamu pergi ke pernikahan orang yang di iringi oleh lagu-lagu cengeng adalah untuk makan dan mencoba semua jenis makanan tanpa memperdulikan orang-orang dengan pasangan mereka. Tanpa memperdulikan kedua mempelai sedang berbahagia. Gw hadir dengan hati senang meski tanpa pasangan, karena tujuan gw datang untuk memberi selamat dan menyicipi semua makanan tanpa tersisa”.

Prisnsip yang bodoh , bukan? Tapi dengan prinsip itu kini gw semakin acuh dengan lagu-lagu cengeng dan membuat hati lo kesayat tajam karena lo tidak bisa hadir ke pesta tersebut tanpa pasangan yang menyayangi lo detik itu.

Apalagi kalau lo menghadiri pernikahan saudara, otomatis tidak mungkin lo hanya sebentar di lokasi. Bisa berjam-jam lo disitu, makanya gw terkadang mencari partner yang tujuan nya sama seperti gw. Dia lah sepupu-sepupu gw yang konyol. Mereka selalu membuat gw tidak pernah merasa sepi setiap pesta pernikahan. Otak mereka selalu saja makanan no. 1 dan kalau pun mereka membawa pasangan pada saat itu, otomatis bagi sang pacar harap bersedih karena harus di tinggal melalang buana oleh para saudara ku yang bodoh itu untuk hunting makanan. Terkadang awalnya kami masih berkumpul sampai pengantin datang dan duduk di pelaminan. Namun ketika sang MC telah mengumumkan bagi para tamu untuk menyicipi hidangan, maka menyebarlah kami. Ada yang posisinya di pojokan sedang makan es krim. Ada yang di tengah sedang menyiduk kambing guling. Dan ada pula yang sedang berdiri dengan tumpukan makanan yang kurasa lama sekali bakalan habis. Ketika makanan di piring telah habis, kami pun tidak lantas memberi sela kosong. Kami segera menuju ke menu selanjutnya di seberang yang mungkin belum saja di nikmati. So… tak ada lagi tangisan hati mendengarkan lagu-lagu cengeng sambil bengong di sudut pesta.

Karena kami terlalu sibuk untuk hunting makanan di banding sekedar menikmati nyanyian-nyanyian tak berguna itu. Haha… sekian.

 
Leave a comment

Posted by on 12 October 2010 in Crying

 

Traffic in Jakarta =.=’

Jakarta is traffic. This is a good statement for a situation Jakarta now. Sekarang sudah tahun 2010, pertambahan kendaraan  di Ibukota DKI Jakarta sepertinya semakin mengkhawatirkan. Semakin hari tampaknya pengendara kendaraan pribadi ( mobil dan motor) semakin meningkat. Mungkin saat ini hampir setiap rumah minimal memiliki kendaraan sebanyak 2 buah di garasi rumahnya. Dan lagi-lagi lintas jalan lah yang menjadi korban oleh penuhnya kendaraan yang melintas setiap harinya.

Kini bukan hanya pusat kota yang mengalami kemacetan dari banyaknya kendaraan yang melintas, namun juga jalan perumahan telah mengalami kemacetan. Atau bahkan tikungan dan jalan tikus pun telah padat oleh adanya kendaraan yang ingin mencari jalan alternatif namun malah membuat padatnya antrian.

Saat ini gw sedikit resah dan khawatir setiap akan berpergian keluar rumah. MySpace Karena asumsi dalam otak gw mengatakan, pasti di depan jalan raya itu macet.MySpace Bahkan pernah saat gw mau berangkat kuliah pada pukul 6.30 pagi, baru saja saya keluar dari rumah dan kemacetan sudah menghantui di depan mata saya. MySpace Itu baru saja keluar rumah lohh… belum sempat menikmati beberapa meter jalanan.

Oh my God, what happened with my way? It’s not good to start my activity, it’s not fear for me :’( MySpace

Adakah yang tahu bagaimana cara mengatasi trafficking ini setiap harinya? Sepertinya seluruh jajaran polisi lalu lintas telah di kerahkan setiap harinya khusus pagi dan sore untuk mengatasi kemacetan. Namun lagi-lagi itu sepertinya tidak berfungsi untuk mengatasi kemacetan di ibukota Jakarta ini.

Gw sungguh amat malas kini berpergian keluar rumah kalau bukan hanya untuk kuliah dan hal-hal yang penting. Lebih baik saya berdiam diri di rumah dari pada saya keluar rumah membawa kendaraan pribadi saya dan lagi-lagi berpapasan dengan pengendara kendaraan yang lain. Yang sama-sama stress di hadapkan oleh kemacetan yang luar biasa setiap harinya.

Gw salah satu pengguna kendaraan pribadi setiap harinya untuk berpergian ke kampus yang jaraknya cukup jauh dari rumah. Rumah gw di daerah Jakarta Selatan namun kampus gw letaknya ada di Jakarta Pusat, jadi mau tak mau gw harus menggunakan kendaraan untuk mempermudah aktivitas gw. Mumpung di rumah ada kendaraan yang nganggur jadi gw pakai aja tuh mobil. MySpace Hehehe… Lagipula bokap gw memberi ijin untuk membawa kendaraannya untuk pergi ke kampus. MySpace

Tapi satu hal yang membuat gw gerah setiap harinya, MySpace yaaa karena macet itu tadi. Yang seharusnya dari rumah ke kampus bisa setengah sampai satu jam. Kalau macet sudah bergerak apa mau di kata, bisa dua jam gw bertengger di jalan. MySpace Pernah waktu itu pas bulan puasa dan dalam kondisi sedang menuju pulang dari kampus. Pada saat itu jam menunjukkan detik-detik mau berbuka puasa, namun karena kemacetan, lagi –lagi gw harus menahan berbuka puasa. keadaan mobil pun tak bergerak, mau menepi di sebuah mini market pun susah. MySpace Otomatis dengan setia gw tetap menunggu kendaraan sedikit demi sedikit maju, hingga sampai rumah.

Tampaknya beberapa bulan ini ada selintingan yang memberitakan kalau pemerintah ingin memindahkan ibukota Indonesia, dan Mr. President pun juga menanggapi dengan serius. Tapi tampaknya itu hanya wacana tak ada tindak lanjut untuk hal ini. Entah esok-esok kalau hal itu di bahas kembali. Menurut pendapat gw, gw sebagai warga negara yang baik menyetujui keputusan pemindahan ini. Tapi bukan ibukota yang pindah, menurut gw lebih baik hanya pusat pemerintahan nya saja yang pindah sedangkan perekonomian tetap di Jakarta.

Hal ini mungkin dapat membantu angka penurunan kemacetan di Jakarta, dan mungkin hal ini bisa menjadi ajang pemerataan daerah dan ajang transmigrasi perorangan. Meski ada pro- dan kontra dari wacana ini, tapi menurut gw ini bisa di laksanakan kalau ada niat yang baik dari pemerintah. Di luar ada yang memanfaatkan moment ini untuk melakukan tindak yang merugikan.

Kembali ke pengalaman bermacet-macet ria gw di jalan. Dengan adanya peristiwa trafficking ini, setiap pagi gw harus berangkat ke kampus lebih awal untuk menghindari kemacetan, dan pulang kampus pun sebisa mungkin lebih awal juga untuk menghindari jadwal orang-orang kantor pulang. Yaa… itu berarti sehabis kuliah setelah pulang, gw jarang untuk main-main dulu. Pasti langsung pulang ke rumah kecuali ada sedikit energi-energi yang menghasut gw untuk pulang terlambat. Hehe… karena telat sedikit saja gw pulang, berarti gw harus siap energi dan pikiran untuk menerjang macetnya ibukota. Coba lo semua bayangkan MySpace waktu itu gw pernah pulang jam 11.00 malam dan lo tau jalanan maa… mennnn… MySpace masih aja macet di daerah Pancoran. Citt mennn. =,=’

Yah intinya adalah gw sekarang lebih jarang keluar rumah menggunakan kendaraan pribadi kecuali terdesak. Kecuali lo semua yang mengajak gw main jauh-jauh mau menjemput gw alias memberi gw tebengan. Haha… dan satu hal lagi entah mengapa dari dulu gw paling males kalau pergi ke wedding orang bawa-bawa kendaraan pribadi, entah mengapa pasti pikiran gw membayangkan betapa susahnya mencari parkir. MySpace Tak perlu ke wedding orang terkadang kalau pergi ke tempat yang belum gw tahu lokasi dan keadaannya, gw pasti males pergi kesana.

 
Leave a comment

Posted by on 11 October 2010 in Traffic

 

Memperlakukan Diri Sendiri

Adakah diantara kalian yang tidak sengaja membeli 1 jenis barang namun dengan kadar sering dan akhirnya malah menumpuk? Apakah yang akan kalian perlakukan pada barang-barang tersebut? Itu mungkin pertanyaan yang kalau kalian mau jawab dapat membantu gw.

Gw ini adalah seseorang perempuan yang tomboy, dan semua keluarga besar gw tahu itu. Sampai pernah saat pernikahan sepupu gw, entah lintasan apa yang bisa membuat gw memakai dress membuat gw tampak berbeda. Kalian tahu apa tanggapan para saudara sekalian?

“ Ya ampun Tia, kamu itu cantik loh.. kalau pakai rok begitu” Tante pun tersenyum melihat penampilan yang agak berbeda saat itu.

MySpace

“ Tia, tumben. Kamu kenapa? Kok pakai rok? Gitu donk sayang, kan makin cantik aja kamu. “ ledek salah satu sepupu gw.

MySpace

“ Itu dress pertama kamu ya, Tia?” tik tok tik tok… Om bertanya dengan dingin. Sedingin hati gw mendengarnya.

MySpace

“ Akhirnya kita semua para wanita pakai dress ya, tanpa terkecuali “ sepupu gw yang lain melirik ke arah gw sambil berkata di depan orang-orang.

MySpace

Hello… ada yang salah kalau gw enggak pernah pakai rok / dress / daster / gaun  or what. Salah kalau gw lebih memilih celana dan kaos? Salah kalau gw menghindar untuk bersikap lebih jaim? Gw enggak suka yang ribet-ribet. Terlalu feminim dan terkadang suka dilebih-lebihkan oleh para wanita yang centil.

Hei mungkin bukan ini pokok permasalahan yang akan gw bahas disini. Sesuatu hal yang mau gw bahas adalah bertumpuknya kaos di lemari baju gw. Kaos yang sekarang ada di lemari gw adalah 4:1 di bandingkan baju yang sedikit ke-wanitaan. Baju yang bisa di hitung pakai jari seperti kemeja perempuan, sweater perempuan, kebaya, dan baju-baju yang biasa di pakai wanita pada umumnya. Hal itu sering gw sadari saat gw sedang merapihkan lemari baju. Dan saat gw mau memasukkan pakaian setelah d seterika.

This slideshow requires JavaScript.

Sampai saking jarangnya gw terlihat feminim, sepupu gw yang bernama Vivien memberi kado ulang tahun sebuah jacket wanita dan tahun berikutnya dia memberikan sebuah rok panjang rumbai-rumbai. “ O em Ji… sebegitu parahkan gw?”

MySpace

Sampai alhasil gw memasuki SMA, disana penampilan gw ternyata di perhatikan oleh teman dan sahabat-sahabat gw. Mereka pun bergotong royong merubah penampilan gw secara bertahap. Mulai dari menggunakan rok dan kaos lengan gantung sampai memaksa gw untuk berlatih berjalan menggunakan high heels. Hmmm… =,=’

High heels? It’s first time I use a high heels. awal yang buruk namun terbiasa, dan para sahabat pun mendukung. Setiap akan jalan bersama-sama, kami di haruskan memakai sepatu hak tinggi dan sebisa mungkin berpenampilan feminim. Kalau tidak, siap-siap saja muka gw di obrak-abrik sama mereka. Hahaha… kenangan yang indah dan menjadi sebuah pengalaman bagi gw.

Kini gw telah lulus dari SMA dan teman-teman baru pula. Teman lama mungkin tidak pergi namun keseharian gw akan lebih sering terlihat oleh teman kampus. Namun untuk kali ini berbeda, karena teman-teman kampus gw agak sedikit cuek. Mereka lebih mementingkan individu dalam hal penampilan. So…gw kembali menjadi Tia yang cuek dan tomboy.

Sampai detik ini gw pun masih lebih memilih kaos untuk baju keseharian gw, termaksud jalan bersama teman-teman. Ke mall pun sering sekali gw memakai kaos dan di padukan oleh belt. Bertumpuk kaos di lemari entah mau gw apakan. Dan setiap berbelanja baju, gw lebih memilih kaos yang mungkin lebih aman di gunakan di mana saja.

Tapi kalian tahu apa tanggapan orang tua gw setiap gw berbelanja baju?

“  Kaos lagi.. kaos lagi.. jaket lagi.. jaket lagi… kamu tuh kalau dibelikan baju Papa yang agak feminim enggak pernah di pakai. Giliran disuruh beli baju sendri yang di beli itu lagi.. itu lagi…”

Bokap marah. Hahaha… maafkan anak mu ini Papa. Tapi apa daya, anak mu ini kurang bisa mengikuti mode, apalagi badan saya tidak se-proposional wanita-wanita lainnya.

MySpace

Intinya di dalam lemari gw, hanya ada satu gaun yang digunakan berulang-ulang pada setiap acara perkawinan sapa saja. Itu pun di belikan karena Papa sudah murka dan memaksa gw untuk menggunakan gaun. Meski hanya punya 1 gaun saja.

Dan banyak pembelajaran yang gw dapat menjadi seorang wanita yang feminim dengan berusaha menemukan pengalaman yang ada. ;)

 
Leave a comment

Posted by on 4 October 2010 in Self

 
 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.